Pencegahan Padi Terhadap Hama Wereng

Benih padi yang akan disemai, direndam dengan perangsang pertumbuhan akar. Dengan ukuran setiap 1 (satu) ember air 10 liter dimasukkan larutan perangsang akar 2-3 gelas. Direndam selama satu malam, setelah satu malam gabah diangkat seperti biasanya. Limbah air rendaman jangan dibuang. Bibit setelah tumbuh lembaganya baru ditaburkan di lahan yang sudah disiapkan tutup bokasi.
Pada hari ketiga setelah penyebaran benih, air limbah yang untuk merendam tadi disemprotkan di lahan, bisa ditambah secukupnya, kalau air limbahnya kurang. Persemaian setelah usia 10 hari disemprot dengan pestisida nabati khusus pengendali wereng. Satu hari bibit sebelum dicabut disemprot lagi dengan PESNAB pengendali wereng. Bibit padi yang diperlakukan seperti ini ternyata bibit ini keras, wereng tidak mau menyerang. Ini hanya pengalaman praktek lapangan. Kemudian yang harus kita siapkan pestisida nabati pengendali wereng.
Pencegahan Wereng Pada Padi
Gambar Wereng Padi
Pembuatan pestisida nabati pengendali wereng :

No
Bahan baku
Jumlah
Cara pembuatan:
Semua bahan dicacah menggunakan mesin pencacah, atau ditumbuk. Kemudian masukkan ke dalam gentong tertutup. Fermentasi selama 7-10 hari kemudian disaring. Penggunaan setiap 1 tengki 10 liter, gunakan 1-2 gelas. Waktu serangan wereng, usahakan. Bibit usia 10 hari, 1 hari sebelum di daut, usia 15 hari setelah tanam. Tanam usia 30 hari. Tanam usia 50 hari. Andaikata ada dilihat wereng masih ada masuk baiknya setiap minggu disemprot. Sistem seperti ini banyak yang berhasil.
1.
Daun sirsak
5 kg
2.
Daun paitan
5 kg
3.
Daun lavenda
2,5 kg
4.
Kulit kemboja
5 kg
5.
Tembakau
1 nos
6.
Cabai
1 ons
7.
Urine sapi / kelinci
20 liter

Baiknya usia tanam setelah 60 hari gunakan penyemprotan menggunakan nutrisi. Penggunaan nutrisi bisa sampai 2 kali penyemprotan. Pengalaman seperti ini suatu pengalaman lapangan, mungkin tidak ada di kalangan ilmuwan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pencegahan Padi Terhadap Hama Wereng"

Post a Comment